Pembagian Waris Adat Lampung Pepadun Di Menggala Selatan Kabupaten Tulang Bawang

Main Article Content

Fitrotul Khasanah

Abstract

Indonesia mengenal sistem kewarisan yang ada terbagi 3 sistem, yaitu sistem kewarisan patrilineal, matrilineal dan parental. Demikan halnya masyarakat Menggala Selatan Kecamatan Menggala Kabupaten Tulang Bawang sistem kewarisan yang hingga saat ini masih diterapkan adalah sistem kewarisan patrilineal (mayorat laki-laki) yakni anak laki-laki tertua sebagai ahli waris utama (pewaris tunggal). Penelitian ini pertujuan untuk menganalisi tentang sistem pembagian warisan yang ada di Menggala Selatan Kecamatan Menggala Kabupaten Tulang Bawang perspektif maqaṣhid asy-syari’ah dan al-‘Urf. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Adapun pengumpulan datanya dengan cara wawancara secara langsung kepada narasumber yang ada dilokasi penelitian. Sifat penelitian ini adalah deskriptif analitik, dengan menggunakan pendekatan normatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem pembagian waris yang terjadi dalam perspektif al-‘Urf belum sesuai dengan hukum syara’ atau nash hukum Islam, sedangkan dari perspektif maqaṣhid asy-syari’ah sistem pembagian waris adat masyarakat Lampung Pepadun di Menggala Selatan belum sesuai sepenuhnya dan hanya menimbulkan nilai kemaslahatan dalam memelihara agama dan harta.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Khasanah, F. (2024). Pembagian Waris Adat Lampung Pepadun Di Menggala Selatan Kabupaten Tulang Bawang. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 3(4), 1405–1413. https://doi.org/10.56799/jceki.v3i4.3703
Section
Articles