Sejarah Perkembangan Marga Tanjung Batu, 1950-1984

Main Article Content

Arenda Rosyada
Dedi Irwanto

Abstract

Kajian ini berjudul “Sejarah Perkembangan Marga Tanjung Batu Tahun 1950- 1983”. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui perkembangan awal dan masa kolonial marga Tanjung Batu, perkembangan politik, ekonomi, sosial dan budaya marga Tanjung Batu. Telaah ini menggunakan metode historis dengan langkah-langkah heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Pengumpulan data melalui penelusuran studi pustaka dan wawancara. Pendekatan yang digunakan sosiologi, ekonomi dan antropologi. Berdasarkan hasil studi menunjukan bahwa perkembangan awal marga Tanjung Batu berada dalam Onderafdeeling Ogan Ilir dengan ibukota Tanjung Raja. Pedoman peradilan yudikatif tetap berpegang pada Undang-undang Simbur Cahaya. Pada tahun 1950-1984, Marga Tanjung Batu diperintah oleh 4 periode perirah sebagai kepala marga. Pesirah dibantu oleh beberapa perangkat marga seperti pembarab, kerio dan penggawo. Perkembangan pada bidang ekonomi di Marga Tanjung Batu mengandalkan mata pencaharian di ungai dan bertani. Pada perkembangan selanjutnya lebih ke bidang industri rumah tangga. Berdasar perspektif sosial dan budaya masyarakat memiliki jiwa sosial tinggi. Buktinya terdapat kehidupan gotong royong membangun dusun, seperti bantuan musibah kematian, perayaan hari besar agama, dan hajatan perkawinan dalam histilah lokalnya ngantung buai, dan merabo

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Rosyada, A., & Irwanto, D. (2024). Sejarah Perkembangan Marga Tanjung Batu, 1950-1984. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 3(4), 1414–1426. https://doi.org/10.56799/jceki.v3i4.3713
Section
Articles
Author Biography

Arenda Rosyada, Universitas Sriwijaya

Pendidikan Sejarah, Sejarah

References

Adelia, M., Hasan, Y., & Sair, A. (2019). Perkembangan Pemerintahan Marga di Ujan Mas Kabupaten Muara Enim Tahun 1975-1983. Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah, 8(1), 17-35.

Adhuri, D., S. (2014). Antara Desa dan Marga: Pemilihan Struktur pada Perilaku Elit Lokal di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Antropologi Indonesia, 68, 1-12

Apriadi, B., Setiawan, D., & Chairunisa, E. D. (2017). Jejak Kebudayaan Austronesia di Pantai Timur Sumatera Selatan. Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah, 3(1), 73-79.

Apriyanti, E., & Dienaputra, R. D. (2015). Pemerintahan Marga Di Lubuklinggau Tahun 1855-1983. Patanjala: Journal of Historical and Cultural Research, 7(2), 233-248.

Dareda, B. J., Kaawoan, J., & Kumayas, N. (2023). Koordinasi Badan Permusyawaratan Desa Dengan Pemerintah Desa Dalam Membahas Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa (APBDES) Studi di Desa Rainis Kecamatan Rainis. Jurnal Governance, 3(1), 1-9.

Firmansyah, M., & Masrun, M. (2021). Esensi Perbedaan Metode Kualitatif Dan Kuantitatif. Elastisitas: Jurnal Ekonomi Pembangunan, 3(2), 156-159.

Hidayah, Z., & Radiawan, H. (1993). Sistem Pemerintahan Tradisional Daerah Sumatera Selatan. (Jakarta: Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara Departemen Pendidikan dan Kebudayaan).

Hanafiah, J. (1996). Sejarah Pemerintah Pemerintah di Daerah Sumatera Selatan. (Palembang: Pemprov Tk 1 Sumatera Selatan)

Ilhamudin, I. (2020). Sejarah Perkembangan Kebudayaan Islam di Ogan Ilir, 1932-2004. Juspi: Jurnal Sejarah Peradaban Islam, 3(2), 104-123.

Irwanto, D., Murni, & Supriyanto. (2010). Iliran dan Uluan: Dikotomi dan Dinamika dalam Sejarah Kultural Palembang. (Yogyakarta: Eja Publishers).

Irwanto, D. (2012). Konsepsi Kepuyangan dan Konstruksi Kultural Masyarakat Uluan Sumatera Selatan. In Bambang Budi Utomo (Eds.) Musi Menjalin Peradaban Warisan Budaya sebagai Identitas. (Palembang: Tunas Gemilang).

Irwanto, D., & Sair, A. (2014). Metodologi dan Historiografi Penelitian Sejarah. (Yogyakarta: Penerbit Eja Publisher).

Irwanto, D. (2017). Malaise dan Lambang Kekayaan Ekonomi Penguasa Lokal di Palembang, 1929– 1942. Lembaran Sejarah, 13(1): 48-71

Irwanto, D., Purwanto, B., & Djoko, S. (2018). Historiography and Ulu Identity in South Sumatra. Mozaik Humaniora, 18(2): 157-166

Ismail, M. A. (2004). Marga di Bumi Sriwijaya: Sistem Pemerintahan, Kesatuan Masyarakat Hukum Daerah Uluan Sumatera Selatan. (Palembang : Unanti Press).

Istianda, M., Irwanto, D., & Giyanto. (2023). Jalan Kembali ke Sistem Marga di Sumatera Selatan. (Sumatera Selatan: Penerbit Aksara Pena).

Kurniati, S. (2020). Interpretasi Isi Prasasti Telaga Batu sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah. Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah, 6(1), 25-29.

Lisnani, L., Putri, R. I. I., Zulkardi, Z., & Somakim, S. (2022). Studi Etnomatematika: Rumah Limas Di Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa. Teorema: Teori dan Riset Matematika, 7(2), 351-364.

Meileni, H., Apriyanti, D., & Choirudin, C. (2018). Implementasi Mobile Gis Pemetaan Objek Wisata Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Ilmiah Fifo, 10(1), 99-104.

Muhidin, R. (2018) Penamaan Marga dan Sistem Sosial Pewarisan Masyarakat Sumatera Selatan. Jurnal Kebudayaan, 13(2), 161-175.

Panji, K.A.R., & Suriana, S. (2014). Sejarah Keresidenan Palembang. Tammadun, 14(2), 129-146.

Pratama, C. R. P. (2017). Value Children Dalam Budaya Adat: Eksistensi Anak Laki-laki Pada Keluarga Suku Komering. An Nisa’a, 12(1), 89-98.

Pribadiono, A. (2016). Lembaga Desa Adat dalam Pembangunan Desa Menurut UU No. 6 Tahun 2014: antara Kemandirian dan Subordinasi Pengaturan. Lex Jurnalica, 13(1), 145649.

Rahayu, S., & Sari, M. N. (2022). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus terhadap Belanja Modal di Provinsi Sumatera Selatan. Agregate, 5(2), 105-114.

Royen, V., (1927). De Palembangsche Marga en Haar grond en Waterrecthen. (Leiden: LG Van den Berg)

Rusdiana, Y. T. (2019). Sejarah Marga Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir (1850-1983). Jurnal Historia, 7(1), 95-106.

Sair, A. (2012). Metodologi Sejarah dan Implementasi dalam Penelitian. Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah, 2(2), 1-14.

Sejati, W. (2010). Pelaksanaan Otonomi Desa pada Masa Hindia Belanda sampai Masa Reformasi. (Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta Press).

Sari, D. (2018). Dinamika Perubahan Tradisi Kumpul Batin Di Lima Rumpun Desa Kuang: Desa Beringin Dalam, Marga Muara Kuang Periode 1960-2000. (Palembang: Rafah Press).

Sepriady, J. (2023). Implementasi Nilai Gotong Royong dalam Meningkatkan Karakter Bangsa Melalui Naskah Syair Perang Palembang 1819. Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah, 9(1), 61-67.

Susetyo, B., & Ravico, R. (2021). Perubahan Birokrasi Marga Wilayah Musi Ulu Di Afdeeling Palembangsche Bovenlanden 1906-1942. Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya, 15(2), 305-320.

Susilo, A., & Sarkowi, S. (2020). Sejarah Surulangun Sebagai Ibukota Onder Afdeling Rawas Tahun 1901-1942. Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya, 10(1), 48-66.

Syawaludin, M. (2014) Analisis Sosiologis terhadap Sistem Pergantian Sultan di Kesultanan Palembang Darussalam. Intizar, 20(1), 139-162.

Syawaludin, M. (2016). Pengelolaan Sistem Sosial Marga Di Sumatera Selatan: Telaah atas Kontribusi Teori Fungsionalisme Struktural Parsons. Jurnal Sosiologi Reflektif, 10(1), 175-198.

Thahir, B. (2019). Studi Kemungkinan Desa Kembali Menjadi Komunitas Mandiri. (Bandung: IPDN)

Widjaja, A. W. (2003). Pemerintahan Desa/Marga Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999. (Jakarta: Rajagrafindo Persada)

Yunaldi, W. (2024). Nagari dan Negara: Perspektif Otentik Kesatuan Masyarakat Hukum Adat dalam Ketatanegaraan Indonesia. Bijdragen tot de taal-, land- en volkenkunde, 180, 101-131.

Zed, M. (2008). Metode Penelitian Kepustakaan. (Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia).