Saujana Tugu Sumbu Filosofi Sebagai Kawasan Wisata Pusaka Kota Yogyakarta

Main Article Content

Wahyu Wikan Trispratiwi
Amiluhur Soeroso
Nining Yuniati

Abstract

Wisata pusaka/heritage adalah daya tarik wisata yang banyak digemari oleh wisatawan sampai saat ini. Pariwisata bagaikan sebuah motor penggerak bertenaga besar dalam memproduksi sebuah “warisan” atau “budaya” dimana juga dikenal dengan istilah asing heritage production (Gravari-Barbas, 2018). Pusaka atau warisan mempunyai arti sesuatu yang diwariskan dari masa ke masa oleh satu keturunan kepada  keturunan lainnya. Menurut catatan dari United Nations World Tourism Organization (UNWTO) di tahun 2005 bahwa pertumbuhan aktivitas wisata yang sangat cepat adalah pariwisata pusaka budaya dan sejarah. Timothy dan Nyaupane (2009) mengatakan macam aktivitas wisata ada dua dimana memiliki relasi dekat dengan pusaka budaya dan aset sejarah yaitu wisata budaya (cultural tourism) dan wisata situs atau pusaka (heritage tourism). Pengelolaan, pengembangan dan pelestarian untuk potensi keunikan sejarah, budaya dan kehidupannya di kawasan Tugu sekitarnya belum menjadi perhatian.  Dampak revitalisasi sumbu filososfi belum memberikan manfaat ekonomi dan kesejahteraan secara maksimal bagi masyarakat di sekitar kawasan Tugu. Oleh karena aktivitas pengunjung yang datang hanya sesaat untuk  berfoto dengan latar belakang Tugu.  Banyaknya wisatawan dalam jumlah besar atau pariwisata massal/mass tourism yang berfoto akan membawa dampak untuk pelestarian Tugu Sumbu Filosofi. Apabila tidak dibatasi dapat merusak lingkungan sekitar baik alam maupun lingkungan budaya dan sosial. Sumbu Filosofi merupakan sebuah rangkaian kata yang sudah tidak asing lagi di telinga masyakarat Daerah Istimewa Yogyakarta. Selama beberapa waktu terakhir, bersama dengan istilah Sumbu Imajiner, telah hadir pada berbagai kesempatan yang selalu mewarnai Daerah Istimewa Yogyakarta dalam setiap gerakannya. Penelitian ini berusaha menghadirkan Sumbu Filosofi dengan berbagai sudut pandang yang berbeda. Kontribusi ini diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi Indonesia khususnya dan peradaban dunia secara lebih nyata. Pelestarian Yogyakarta sebagai City of Philosophy merupakan wujud nyata dari keinginan bersama untuk melestarikan nilai-nilai luhur budaya Daerah Istimewa Yogyakarta agar dapat diwariskan bagi setiap orang di dunia dari generasi ke generasi. Kawasan Tugu Sumbu Filosofi mempunyai potensi saujana yang unik dan dapat dikembangkan sebagai wisata pusaka sehingga mendukung Sumbu Filosofi sebagai usulan pusaka dunia kepada UNESCO.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Wahyu Wikan Trispratiwi, Amiluhur Soeroso, & Nining Yuniati. (2023). Saujana Tugu Sumbu Filosofi Sebagai Kawasan Wisata Pusaka Kota Yogyakarta. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(3), 1289–1325. https://doi.org/10.56799/jim.v2i3.1432
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>